Belakangan ini kembali heboh masalah perundungan terhadap kegiatan Pramuka di sekolah. Bahkan agar perundungan ini semakin maksimal, beberapa haters-nya membuat halaman khusus dengan nama yang mendiskreditkan organisasi ini.
Sebagaimana perundungan yang biasa terjadi di sekolah-sekolah , perundungan pada kegiatan ekstrakurikuler Pramuka di sekolah ini tentu memiliki alasan, tidak serta merta terjadi begitu saja tanpa alasan.
Dari hasil penyelaman saya di kolom komentar setiap posting yang menjelekkan Pramuka, saya mendapati beberapa alasan. Di antaranya adalah karena keikutsertaan dalam kepramukaan itu hanyalah paksaan dari pihak sekolah kepada siswa yang tidak mengikuti satu ekskul pun.
Kedua adalah perundung beranggapan kalau kegiatan-kegiat an yang dilakukan hanyalah sebagai pelampiasan para senior untuk melakukan perpeloncoan pada juniornya, sama seperti Masa Orientasi Sekolah.
Ketiga dikarenakan ada tudingan kalau masuk ekskul pramuka itu hanya sebagai ajang "panjat sosial" anggota-anggota nya, mereka masuk ekskul pramuka hanya agar dikenal oleh siswa lain.
Keempat, karena pengalaman pahit si perundung saat mengikuti kegiatan kepramukaan, pengalaman pahit ini menjadi pemicu perundung untuk mem-bully organisasi yang dulu pernah memberinya pengalaman buruk.
Dari keempat alasan tersebut, alasan pertama adalah alasan yang paling sering diutarakan oleh netijen maha agung, dan saya sendiri pernah menjadi saksi dari "kebiadaban" ini.
Sampai saat ini, saya tidak pernah setuju dengan ancaman itu. Dan saya pun beranggapan kalau ancaman inilah yang membuat Pramuka semakin dibenci siswa-siswi di sekolah.
Padahal, jika ingin bijaksana. Pihak sekolah tidak semestinya memaksa anak yang tidak mengikuti satupun ekstrakurikuler agar mengikuti ekskul Pramuka, apalagi sampai mengancam tidak akan bisa naik kelas kalau tidak ikut satupun ekskul.
Kalaupun memang harus mengikuti sebuah ekskul, coba dilakukan konseling kepada siswa tersebut. Cari tahu alasan kenapa dia tidak berminat ikut satupun ekskul, cari tahu minat dan bakatnya, lalu arahkan dia ke ekstrakurikuler yang sesuai dengan minat dan bakatnya. Itu akan lebih bijak daripada meng-auto-kan mereka masuk Pramuka dengan ancaman tidak akan naik kelas.
Atau kalau mau lebih bijak lagi, tidak mewajibkan murid ikut ekstrakurikuler akan lebih baik. Tidak ikut silakan, ikut silakan, kami siap fasilitasi. Jadi biarkan anak berkembang sesuai keinginannya, pihak sekolah cukup membantu dan memfasilitasi saja aspirasi siswa di luar jam pelajaran, tidak perlu sampai mengancam segala.
Lagipula, terlalu sering ikut kegiatan di luar jam pelajaran juga membuat sebagian guru kesal karena murid yang bersangkutan sering membolos demi ikut andil dalam kegiatan ekstrakurikuler nya dan melupakan tugas di mata pelajarannya.
"Ekskul ter00s, tapi tugas belom!" Keluh seorang guru saat mendapati muridnya dispensasi karena kegiatan ekstrakurikuler .
Kembali lagi ke "coconut", ada anggapan kalau kegiatan dalam kepramukaan seperti sandi morse, tali-menali, semaphore, atau kegiatan lainnya itu tidak berguna karena tidak bisa digunakan dalam kegiatan sehari-hari. Semestinya Pembina melakukan kegiatan yang lebih "relate" dengan kehidupan jaman now.
Mengenai hal ini, saya tidak bisa komentar banyak mengenai apakah tali menali, sandi morse, atau bendera semaphore ada manfaatnya atau tidak, saya tidak pernah terlibat dalam kegiatan kepramukaan. Tapi dari yang saya tahu, setiap kegiatan itu pasti ada manfaat lain di dalamnya. Entah melatih kesabaran, atau melatih kepekaan. Seharusnya kegiatan-kegiat an itu memiliki manfaat tersirat di dalamnya.
Ya, untuk menarik minat siswa bergabung dengan kegiatan kepramukaan, mereka seharusnya melakukan kegiatan kekinian, karena setahu saya Pramuka bukan organisasi yang 100% kaku seperti Paskibra yang dari "jaman baheula" sudah begitu adanya dan tidak akan berubah sampai kapanpun.
Selain membuat kegiatan kekinian, kakak-kakak pembina semestinya memikirkan cara juga agar setiap kegiatan yang dilaksanakan dalam organisasi itu aplikatif dalam kehidupan sehari-hari, sehingga tidak ada anggapan kalau mengikuti organisasi Pramuka itu unfaedah.
Sumber : Teman-teman Bulu Burung
